Badai Rindu..

tidak ada rindu-rindu yang harus disampaikan. semua menjadi buih dengan terlanjur. atau mungkin sengaja. saat kita beradu jarak, atau kita yang memilihnya begitu. tidak ada rindu-rindu itu, begitu juga isyarat yang tiap malam bercumbu bersama semilir angin. karenanya, jangan ditunggu, tidak ada lagi yang seperti itu. dariku, juga darimu.

kita mendatangi badai dengan percaya. menyelam di tengahnya dengan jemawa. bermain-main tanpa melihat luka-luka. diam lalu berkejaran bersama-sama. kita tak pernah tau ada yang mengintai di kejauhan. perlahan mendekat tanpa suara. bicara terbata dengan senyum belum purna. kita mengabaikannya, juga semua pesan yang dia sampaikan dengan tangan kanan yang menggenggam bara. kita mengabaikannya. sangat disayangkan, kita mengabaikannya.

kita mendatangkan badai tanpa sengaja. diam-diam menjadikannya teman sehari-hari. menjadi lawan bicara, mendiskusikan beberapa lagu, sampai bersembunyi dari bulan purnama. kita tak tau badai itu. bentuknya, rupanya, dan suaranya. kita tidak pernah tau. hingga akhirnya dia membelenggu tanganmu, mencengkram kakiku, dan memperlihatkan sosoknya. memporak porandakan rumah yang kita tinggali dan semua yang bersemayam di dalamnya. termasuk rindu-rindu itu.
Selengkapnya...

Orang yang Rumit..

beberapa teman mengatakan bahwa aku orang yang rumit. aku juga tidak tau kenapa. sama halnya saat beberapa teman bilang aku adalah orang yang tidak bisa berpura-pura. harusnya bisa tersenyum meski situasi sedang merutukmu. berbicara biasa meski hati sedang kacau. aku tidak tau kenapa hal itu disematkan padaku. mungkin aku rumit, tapi aku mudah tersenyum saat bersamamu. dan aku sering berpura-pura di depanmu. aku adalah pembohong yang nyata. selalu merasa berantakan di depanmu dan tak bisa menyapamu dengan manis. dan aku sedang berpura-pura tidak merindukanmu, padahal aku sangat membutuhkanmu karena Kau tau alasannya. Kau selalu tau. selalu.

hari ini aku mendapatkan buku Puthut EA yang baru. iya, aku membelinya. salah satu kalimat yang dia tulis 'tanpa rasa gembira, semua hanya sia-sia'. aku lalu mencari sesuatu yang membuatku bahagia hari ini. ternyata lumayan sulit, karena aku sedang berada di ruangan yang penuh dengan deadline dan aku ada di dalamnya. sore sudah usai, petang datang melambai. aku pulang dan menemukan diriku yang lain sedang terbaring lunglai. membiarkannya sampai mega merah memanggil. hingga akhirnya menyadari Yesterday mulai tayang hari ini. petang itu juga, aku sudah mendapatkan satu kursi di studio 6 Sutos untuk Yesterday.

setelah menontonnya, aku menyadari beberapa hal. bahwa aku adalah orang yang rumit, bisa jadi. aku sudah tidak jujur pada diriku sendiri dan orang lain selama ini tentang perasaan-perasaan. aku membiarkannya blur dan kabur. tidak terlihat jelas bagaimana bersikap dan membodohi diri sendiri dengan banyak penyangkalan. membiarkan waktu berjalan banyak dan melihatnya berputar sendirian. padahal ada orang lain yang ingin Kau ajak menyaksikannya berlalu. tapi benar, aku orang yang rumit. aku tidak bisa mengatakannya karena aku adalah pembohong besar. aku tidak bisa berpura-pura bahwa aku merindukanmu, terlihat jelas di semua gerak kecilku, tapi aku masih bertahan untuk berbohong.

aku hanya tidak tau harus berjalan ke arahmu lagi, atau diam mendendam. aku juga sedang tidak bahagia. aku tidak sedang bersama rasa gembira saat menulis ini. aku merasa kacau. sedikit kesepian dan rindu, entah pada apa. aku hanya ingin berkata jujur, bahwa nanti-nanti, aku harus ...
Selengkapnya...

Cela dalam Dirimu..

terlalu banyak yang akan menyakitimu setiap hari. kata, suara, bahkan sunyi yang ada di hatimu. Kau akan mendengar suaramu sendiri. kalimat yang menyayat karena pikiranmu sendiri. kekhawatiran yang membuatmu takut tak diterima. kegelisahan yang membuatmu berkali-kali ragu. it's oKee. Kau hanya belum siap menatap cahaya di balik pintu itu. hatimu masih mengumpulkan keberanian. mungkin juga membutuhkan tangan lain untuk menguatkan.

Kau akan dicaci tanpa sepengetahuanmu. mungkin olehku juga, secara sengaja atau tidak. seringnya sengaja. dengan kata, suara, bahkan sunyi yang sengaja ditempatkan di sampingmu. Kau akan terus menerimanya, sampai Kau sadar Kau ditempa olehnya. sampai Kau sadar tak ada hidup yang lebih baik dari yang sedang Kau jalani. aku tau Kau membenci sebagian dari hidupmu, tapi bukan karena Kamu. bukan karena Kamu, tapi apa yang terkonstruk dalam pikiranmu. bukan karena Kamu.

Kau akan terus menerima pengkhianatan. begitulah siklus kehidupan bekerja. tersakiti, Kau terdiam, berpikir, menolak, melawan, tersakiti lagi, bangkit melawan, begitu seterusnya sampai Kau berencana mengubah hidup dan caramu hidup. Kau hanya harus menyadari bahwa ada cahaya terang di dirimu yang perlu Kau kuatkan, Kau buka, dan sebarkan.

you're gud just the way you are. mudah mengatakannya bagiku, karena aku berada di seberangmu. Kau tak perlu mengubah apapun, karena suatu saat dunia bisa menerimamu. yang Kau perlukan hanya menoleh ke kanan, juga kirimu. di sana ada kekuatan yang Kau butuhkan, tangan yang akan menggenggammu, dan hati yang akan selalu ada di sampingmu. jangan lupakan itu.


*ngadaptasi penampilan Alessia Cara menyanyikan Scars To Your Beautiful di The MTV VMAs, 2017.
Selengkapnya...

Sebelum Jarak, Sampai Sekarang..

aku biasa mendengarkan lagu-lagu ini menjelang pertemuan kita. di jalan. di perjalanan dari parkiran tempat motorku berada, ke kediaman yang Kau sebut kos. lalu jarak perlahan terbentuk, mendekati kita yang masih duduk bersama dengan tawa, dan berhasil memisahkan kita pada akhirnya.

semua malam adalah perjalanan panjang kita. tantangan untuk ditaklukan dalam teriakan dan wajah yang murung. tantangan untuk mengubahnya menjadi tawa dan kesah. kita membicarakannya berbisik, bermain mata seolah tidak ada yang tau, dan menganggukkan kepala tanda setuju. kita merutuk di sepanjang jalan pulang. tapi seringnya kita menepi karena rindu bertemu masih tertuang.

lagu-lagu ini jadi aneh saat aku dengarkan sendiri, sekarang. membuatku tersenyum dan menghubungimu. bicara lama seolah tak terjadi apa-apa, sampai sekarang.


ngadaptasi Us.
Selengkapnya...

Tidak Berjarak..

malam tak pernah menolongku menyembunyikan rindu. dia menggerutu keras dan memaksa mulut bersuara tegas. percuma melawan. aku pernah menghalanginya, tapi jalanan berubah sunyi saat pandanganku menatap tepat pada matamu. Kamu langsung tau kalau dadaku merutuk dan berdegup. Kamu membalasnya dengan senyum dan berlalu. berjalan pelan lalu menoleh, memintaku mengejarmu, berjalan beriringan dan bercerita.

Kamu selalu tau kalau rindu menghinggapi kita bukan saat tak bertemu. bukan saat berjarak dan membiarkan jeda berarak. tapi saat seperti ini. saat kita bicara dan jalan kaki di trotoar. bercerita tentang banyak hal tidak penting yang kita tertawakan. atau saat kita berada di satu meja tanpa sengaja. lalu memilih duduk bersebrangan agar pandangan kita bertemu. senyap, tapi selalu berhasil kita lakukan. malam ini juga sama. senyap, tanpa banyak cakap.

berkali-kali kita beradu pandang. berali-kali pula kita berebut memulai pembicaraan. rindu yang membuat kita begini. membuat pertemuan ini jadi canggung dan tanggung. ingin lama, tapi tak banyak kata yang kita sebut. ingin lama, tapi sebentar lagi harus usai. rindu juga yang membuat kita tak pernah berhasil mengalihkannya. semua kalimat yang kita ucapkan selalu berakhir senyum. semua hela nafas selalu berakhir dengan kerlipan mata. dan setiap malam yang kita lewati begini, berakhir sunyi. tidak ada kata. Kau melihatku, aku tersenyum. Kau membalasnya, memandangiku lalu tersenyum.



*ngadaptasi Us and Night.
Selengkapnya...

Bepergian..

sunyi baru saja tiba di pintu kamarmu. mengetuk perlahan agar Kau tak bangun dan beranjak. setelah terbuka, dia melihatmu berdiri memegang handphone. berjalan merunduk dari depan cermin ke arahnya. dia menutup pintu dari dalam dan mulai memperhatikanmu. malam sudah sangat larut, tapi Kau masih segar dengan jaket dan kerudung. seolah bersiap pergi dan beranjak.

sunyi duduk di atas kasurmu. melihatmu yang masih berjalan merunduk memegang handphone. berjalan dari pintu ke arah depan cermin. lalu kembali lagi. dia yakin Kau menunggu pesan dari seseorang, yang sepertinya akan mengajakmu keluar meninggalkannya. Kau melihat ke arahnya, tersenyum dan membuka lemari. di sana, ada sepi dan kantuk yang bersembunyi dari tadi. Kau mempersilakan mereka berdua keluar dan meminta ketiganya ngobrol. 'di sini dulu ya, aku mau keluar. daahh'.

aku duduk di atas motor, di depan pagar rumahmu dan merunduk memegang handphone. Kau menyunggingkan senyum dengan membawa helm. menyapaku dari belakang dan duduk. motor melaju, Kau diam, aku juga. jalanan masih ramai. karena kita sedang ada di kota yang tak pernah mati. karena kita, sedang ada di malam yang tak akan pernah sepi. dan akan berlangsung lama. sebulan, dan sudah berjalan sepertiganya. bepergian yang menyenangkan. yang akan sering diulangi.

*ngadaptasi dari Night and Us
Selengkapnya...

The Dark Night..

kota ini memabukkan di tiap sudutnya. Kau bisa merasakan gelap yang sangat sunyi di malam hari, atau gempita di sudut lainnya. masih di kota yang sama, Kau juga akan menemukan kesedihan tiba sendiri tanpa Kau undang. kota ini memabukkan, tapi tak ada tempat yang cocok untuk kita berdua. hanya kesendirian yang bisa bertahan dan menetap. mereka yang bising, adalah kumpulan kesepian yang terlampiaskan.

malam hari selalu jadi rumah saat kota sudah larut. kita menyusuri penat dan merangkul jenuh yang berserakan. kita berjalan beriringan dengan happy together terputar di sepanjang langkah. tidak ada dingin, tidak ada ingin. kita baik-baik saja selama Gerard Way terus menyanyikannya. tidak ada gandengan tangan, tidak ada kata rayuan. Kau mempersilakan kita berangkulan dan bicara omong kosong.

kota ini bukan tempat menghasilkan senyuman, karena yang kita tau, pembunuhan berkali-kali datang darinya di awal. membunuh karakter, membunuh kepercayaan dan kemanusiaan. kita terus berjalan lurus ke depan, ke tempat baru yang meninggalkan kenangan. atau, maksudnya, kita membuatnya. takdir mempertemukan kami, aku tidak bisa terus mengabaikannya. hari ini adalah hidup, besok adalah misteri. ketidakjelasan yang orang-orang kejar dan berusaha taklukkan. besok adalah jalan yang sangat panjang dan bisa menipu. besok, adalah pembohong. sama seperti rupa kota ini saat malam.

*ngadaptasi dari lagu Kill of the Night - Gin Wigmore
Selengkapnya...