Study Tour Kere..

Hari ini aku cukup disibukkan dengan agenda angkatan adik kelas SMA-ku dulu. Karena hari ini pun aku bukan tanpa kesibukan di kampus. Dan yang paling urgen adalah tugas resume dan presentasi mata kuliah Komunikasi Antar Personal. Tak lupa aku juga harus menemui dosen mata kuliah AIK(Agama Islam Kemuhammadiyahan)-ku yang telah siap memberikan waktu diskusi setelah jam ajarnya pagi ini.

Namun, Tuhan selalu memberikan jalan kepada setiap HambaNya yang sedang berdiri dalam dua pilihan. Akupun mendapatkan pertolonganNya.

Keterlambatanku memasuki kelas AIK masih bisa dimaklumi dosenku. Pagi ini aku harus sedikit olahraga. Ketika jam sudah memberitahukan keterlambatanku sekitar 12 menit, aku masih berada di depan laptop yang sedari subuh aku nyalakan untuk membantuku menyelesaikan tugas yang semalam harus aku pending karena keterbatasan tenagaku. Dan parahnya, aku masih disibukkan dengan sifat manusiawi-ku ketika sudah berada didepan masjid(mata kuliah AIK diadakan dimasjid). “Gawat..! aku lupa ruanganku..” Aku juga sedikit heran dengan peristiwa bodoh ini. Peristiwa yang berlangsung selama dua menitan ini juga mengundang tanya satpam masjid yang berdiri didepanku.

“Hmm..” Dan anehnya lagi, ingatan tentang ruanganku muncul ketika aku melihat kearah rumah makan Otoy yang berada didepan masjid.


Masalah muncul lagi saat aku harus memilih antara kuliah Komunikasi Antar Personal-ku dan amanatku sebagai guide angkatan adik” kelas SMA(mereka ngadain study banding kekampusku..nggak ada kerjaan nich..!?) yang telah tiba tujuh menit sebelum aku memasuki ruang kelasku.

Dengan sedikit keberanian, aku meminta ijin dosenku untuk menemui rombongan yang telah diterima di Aula Rektorat.

Setelah menemui dan berbincang” dengan mereka(adik” kelasku), aku harus berhadapan dengan orang” terhormat dari rombongan mereka. Memang tak sekeren Joe Sandi yang telah terpilih sebagai The New Master of Magic, tapi bagiku berhadapan dengannya akn ada rasa gugup dan segala kecanggungan yang menghampiri dalam diri. Mereka adalah mantan wali kelasku serta kepalah sekolah SMA-ku. Hufftt.. But its oke. Nothing problem waktu aku ngobrol dan lumayan terkendali. Bahkan aku sempat membincangkan pola pikir filsafat teologi klasik dengan mantan guruku yang sekarang akan melanjutkan S2-nya di Fakultas Filsafat Institut Agama Islam Negeri Surabaya.


Jam 11.45 adalah tenggat waktu mereka dikampusku dan waktunya melanjutkan agenda Study Tour yang telah direncanakan.


Rasanya cukup menyenangkan bertemu dengan mereka(lagi). Hampir setahun. Dan tidak ada media yang cukup efektif untuk sekedar ngobrol dengan mereka. Apalagi bersilaturahmi dengan Dewan Guru-nya. Seakan tidak percaya, ketika perpisahan dulu kerelaan kami dikarenakan tiada pertemuan yang abadi. Namun, sudah dan akan terbukti bahwa seperti pertemuan, tiada perpisahan yang abadi.

2 komentar:

Anonim mengatakan...

woe kid, trus gmna stelah jd guide?

ada pnglman baru gk? pdhal brusan hbis bkin maklah ttg lobi dan diplomasi....

pnting bget tuh buat seorang guide

hahahahah

Kid mengatakan...

Ya Iyalah Bung..
Ilmu itu tidak cukup hanya dikonsumsi otak..tapi juga mesti diaplikasikan..

Ha haa haa ha..

Posting Komentar