Meningkatkan Level..

Sebenarnya, di mana letak jeda yang memisahkan 'peduli' dan 'khawatir'..? Seharusnya seharian ini aku memiliki tawa yang sumringah dan jejak yang tegap melihat langit mendung. Pagi ini aku bertemu Ibu, Bapak, Zainal, Zein, Kak Hakim, apalagi yang harus aku pedulikan pada luka? Lupa, terhanyut oleh semua jalan" yang aku tempuh ke Perum Wiguna sana. Harumnya pertemuan ini sama halnya aku bertemu denganmu semalam meskipun beda level. Tapi perbincangan di dalamnya, membuatku khawatir dan harus meningkatkan kelas peduli.

Sepertinya aku harus merangkum 'peduli' dan 'khawatir' dalam satu jamuan yang harus aku santap. Dari obrolan itu aku tau, rumahku, mulai dekat dengan narkoba. Tiga hari lalu, salah seorang tetanggaku berurusan dengan polisi karena kedapatan mengantarkan sabu" ke pemesan. Beberapa blok dari rumahku, bandar besarnya tertangkap. Tetanggaku, tetangga yang aku maksud ini adalah adik kelasku dua atau tiga tahun di SD, aku lupa. Bukan itu poinnya. Aku gelisah mendengarnya, justru karena rumahku dekat dengan narkoba.

Mulai sekarang, aku pastikan 'peduli' dan 'khawatir' itu sudah ada dan menggenapi semua inderaku. Bukan untukku, tapi untuk orang" yang aku sayangi di sana. Obat"an keparat ini tak akan aku biarkan lewat di kaki" kecil keluargaku.

0 komentar:

Posting Komentar