Aku Manusia (6)..



Dunia sesak dengan rasa pahit
Ketika semua yang dilihat serasa menyempit
Bukankah itu karena kau yang sedikit
menganggap keagungan adalah penyakit

Tidak. Itu rasanya tidak benar.
aku keliru menilai sekelilingku dengan mata
sehingga kuragukan hati saat mengoceh

Kusetir kerinduan api amarah dalam-dalam
menyeruak, membuncah mendengarkan kesah
Begitu, rasanya keberadaan ini harus berdarah

Menusuk tangan syetan di telapak pikiran
Kemegahan langit memudar kehitaman
disiang hari yang penuh kebahagiaan

Mentah, karena sekarat akan beban
jujur, aku tak ingin nilai itu kuberikan

Menjadi buruk dengan tanda-tanda
bahwa aku bukan manusia seperti dia

Ingin rasanya berhenti bermimpi
Menyandang kekuatan bumi dan berdiri
Tak usah tegak, aku sudah belajar mandiri
Bukan ini yang akan musnah karena duri
Tapi perisai yang melindungi harga diri
Kehormatan bisa aku dapat saat berlari

Apa aku berbohong..?
Ini bukan omong kosong

Bukan sekedar bualan
juga bukan ucapan orang gila
Tapi kepenatan dari pikiran
Selalu mencari tanpa tau selingan

Selanjutnya dua dunia itu terbang
dengan angkuh, bayangan putih hilang
bersama kabut di pagi cerah
apa aku terlihat berdusta..?

Burung sering berkicau dengan riang
Tapi ini bukan kicauan burung
juga bukan isapan jempol

Semuanya akan berakhir

Kenanglah keindahan sejarahmu
Kau pasti butuh itu
Terus berlalu
Namun tak pernah berlalu

Menanamkan bayang semu
dalam kecaman dunia maya

Bukankah kau juga pesakitan
Menangis dan tertawa bersamaan

Kau anggap kau orang tenang..?
Gila, bisa jadi seperti itu
Karena kau belum tau siapa dirimu

apa tujuanmu selama ini..?
apa yang kau tuju..?
apa benar kau punya tujuan..?


Sumenep, 31 Jule 2007

0 komentar:

Posting Komentar